Tentang Tugas Proyek

Beberapa mata kuliah di jurusan gw ( ilmu komputer ) menyertakan tugas besar berupa proyek pembuatan software sebagai salah satu komponen penilaian. Mata kuliah yang ada tugas tipe-tipe kayak gitu antara lain Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Sistem Berorientasi Objek, Sistem Informasi, Interaksi Manusia Komputer, dll. Empat mata kuliah yang disebutkan diawal memiliki sedikit perbedaan : Software yang kiat buat adalah software yang idenya muncul dari kelompok lain. Jadi semacam simulasi pengerjaan proyek gitu. Kita bikin program berdasarkan requirement dari orang lain.

Menurut gw pribadi, model kayak gitu lumayan bagus. Di dunia nyata emang seringnya kita bikin program berdasarkan keinginan orang lain, kecuali kita emang mau jualan software atau nyediain service – Itu juga desain softwarenya gak sepenuhnya bisa sesuka kita. Tetep harus ngikutin role-role yang ada biar tu software bisa kepake.

Tapi jujur, gw sangat kecewa saat tugas proyek Pengembangan Sistem Berorientasi Objek ternyata menggunakan sistem tukar-tukaran juga.

Menurut gw, PSBO belajar tentang teknik design program. Bukan teknik SWE secara keseluruhan. Selain metodologi, ada sisi kreatif yang bisa dieksplorasi pada proyek kali ini. Kelompok kita berdiskusi cukup lama untuk menentukan program apa yang akan kita buat. Banyak hal yang dipertimbangkan : Fungsionalitas program itu sendiri, scope yang sesuai dengan jadwal sehingga program “bisa” kita selesaikan, dan tentunya kemampuan para developer yang ada di kelompok kita. 

Yes. Kita udah berfikir masak-masak soal program yang mau kita buat. Sekedar untuk diketahui, kelompok kita asalnya mau bikin program semacam Address Book. Tapi, address book yang bakalan kita buat memiliki beberapa fungsionalitas tambahan seperti contact grouping, “friend”, sinkronisasi online, akses via web service, dll. Intinya, kita pengen bikin adress book yang bisa berfungsi sebagaimana adress book biasa, tapi juga bisa melakukan sinkronisasi data dengan address book milik teman satu grup jika terdapat akses internet.

Program yang akan kita buat menggunakan model client server dengan server online ( hanya utuk pertukaran data ) berbasis PHP dan client java desktop. Pertukaran data dilakukan dengan web service – sesuatu yang gw udah lumayan familiar. Ide dasarnya berasal dari kenyataan kalau kita sering sms temen klo gak tau nomor hp temen yang lain. Sesimple itu. 

Tapi sial.. betapa kecewanya gw saat tau klo proyek nya dituker-tuker. Ah.. kenapa gak bilang dari dulu? Kemampuan tiap orang beda-beda. Belum tentu orang yang dapet proyek kelompok kita bisa mengimplementasikan ide tersebut dengan maksimal. Begitu juga dengan kelompok gw. Jujur, kita kebingungan bagaimana cara mengimplementasikan ide proyek yang kita dapat. Gak ada bayangan sama sekali karena kelompok gw kurang begitu familiar dengan ranah teknik yang harus digunakan untuk membuat program tersebut. Bahkan kita gak gitu ngerti apakah memang teknik itu yang seharusnya digunkanan.

Efeknya : gak semangat sama sekali buat nyelesainnya. ah.. suck


8 Responses to “Tentang Tugas Proyek

  • 1
    herupra
    June 7th, 2009 10:40

    betul Dan…gw setuju ama lu!…seharusnya kalo soal tuker-menuker projek itu bukan di PSBO…kan udah ada tempatnya sendiri tuh di RPL (semester 5)… nah…menurut gw emang tepat kalo di PSBO ga perlu tuker-menuker projek…justru yang ditekankan malah lebih kpada skill (teknik) tentang software secara khusus…hehe yup..cz kapan lagi kita bisa belajar tekniknya..cz kalo ngemeng-ngemeng software development yang udah pnah kita pelajari di perkuliahan scope-nya sangat umum…padahal buuaaaanyak bgt dari kita (terutama gw..hehe)..itu masih begooo banget kalo ngomongin pembuatan software…yup’ss semangat Dan…!! ambil sisi positifnya aja..okey!!

    salam hangat

    heru

    [Reply]

    Wildan Rachman Reply:

    yes, itu dia ide utama kenapa gw bikin tulisan ini, he3..

    [Reply]

  • 2
    Syamsul Bachri
    June 7th, 2009 11:54

    iya Dan, gw juga rada kaget juga sih pas tau kalo tuh proyek dikerjain ma kelompok lain..klo begini apa bedanya ama mata kuliah RPL.. yang gw tau kalo di PSBO ntu kan mendalami penggunaan konsep OOP dalam software design..

    dan lagi kalo pas praktikum, yang diajarin menurut gw tu bukan OOP..ga da pattern, atau ngebahas OOP yang memang bener OOP..ni sih ga beda sama pengenalan Java..

    Di praktikum kita lebih banyak diajarin “how to make a program in Java” bukan “how to implement OOP design in Java”.. ini sih ga ada bedanya kita coding pake prosedural, beda cuma karena kita udah make atau bikin class di Java..
    Hehehe.. :D

    [Reply]

    Wildan Rachman Reply:

    mungkin komen dari asprak bisa menjelaskan sedikit, he3..

    [Reply]

  • 3
    abrari
    June 7th, 2009 16:31

    Oh, jadi pake tuker2an gitu ya. Gimana misalnya ada kelompok yg iseng bikin ide proyek yang aneh2 dan susah banget. Trus, yang nilai hasilnya juga yang punya ide donk.

    [Reply]

    Wildan Rachman Reply:

    pinter-pinter bikin “deal” dan ngotot-ngototan ama kelompok yang punya ide. Klo misalkan kira-kira gak mungkin untuk diselesaikan, pasti bisa didiskusikan. Klo perlu konsult ama dosennya.

    [Reply]

  • 4
    asprak sbo hari kamis :)
    June 7th, 2009 20:48

    Hm…yang kalian omongin soal projek emang gak salah juga sih…tapi sayangnya kenapa kalian gak langsung utarakan langsung ke pak Panji. Dan lebih sayangnya lagi, kenapa baru disuarakan sekarang, apa karena projeknya baru dikerjakan, jadi baru ketauan gak sregnya?hehe.peace.. Ok serius lagi, hm..saya yakin beliau punya berbagai pertimbangan yang matang (tau sendirilah kapasitas beliau) kenapa mempertukarkan projek kelompok, tapi ternyata kalau dalam pelaksanaannya memang ada minus-nya, ya mungkin beliau khilaf aja, karena tidak merasakan langsung sebagai pihak yang mengerjakan, saya juga baru ngeh ternyata begitu toh, karena saya pun bukan pihak yang mengerjakan. Nanti saya coba konsultasikan dengan pak Panji, atau mau kalian coba sampaikan sendiri? Tapi menurut saya, mengingat waktunya sendiri sudah mendekati akhir-akhir perkuliahan, kemungkinan besar tidak akan ada perubahan soal pengerjaan projek. Tapi seenggaknya, mungkin jadi ada pertimbangan khusus dari beliau mengenai ‘kekecewaan’ ini. Buat pelaksanaan perkuliahan tahun depan, atau buat penilaian projek, siapa tahu.
    Untuk Syamsul, kalau soal praktikum. ya seperti itulah silabusnya dari pak Panji. Jadi kenapa di praktikum lebih ke howto make program ya atas kebijakan beliau juga. Seperti yang saya bilang tadi, beliau pasti punya pertimbangan sendiri. Tapi jika memang gak oke dimata mahasiwa, saya akui kita sebagai asprak mungkin gak begitu peka dengan kemauan kalian. Hm…ada banyak variabel kenapa mungkin dipilih materi praktikum yang seperti itu (howto make program dengan Java), kenapa gak materi yang lebih advance, misalnya kata Syamsul implementasi OOP beneran, design pattern, ORM, framework dll dalam Java. Menurut hemat saya, yang pertama mungkin karena kemampuan antar mahasiswa tidak sama. Ada yang sudah tidak memerlukan dasar lagi karena sudah mengenal duluan, tapi ada juga lho yang masih kesulitan untuk bikin program ‘biasa’ pake Java, bahkan baru mencoba memprogram dengan Java ketika mendapat mata kuliah ini. Departemen kan gak mikirin mahasiswa yang di atas rata-rata aja, kalo bisa setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang minimal hampir samalah, dan saya pribadi setuju soal ini, kasarnya sih, mungkin departemen lebih suka ada ke-100 lulusannya punya ip 3 dibanding 20 orang yang 3,5 tapi sisanya 2,5. Tapi itu sih analogi saya pribadi, mungkin terlalu hiperbol dan gak relevan.hehe. Dan kayanya ini emang ada standarnya atau udah menjadi policy dari departemen jadi gak bisa diapa-apain lagi kalau memang alasan beneran ini.
    Yang kedua mungkin memang disengajakan seperti ini, maksudnya ada pembedaan antara isi kuliah dan praktikum. Jadi disengajakan OOP di kuliah diterangkan sampai yang advance tapi di praktikum hanya basic Java aja. Kan teorinya, ketika basic udah dipegang, mau kemana-mana kan gampang, iya gak? Jadi mungkin kalau mau mengeksplor lebih jauh ya diserahkan pada masing-masing mahasiswa. Contohnya ya kalian ini,hehe, kan udah ada basic sebelumnya jadi gampang mau melangkah ke design pattern dll, tapi kalau temen-temen kalian yang belum gimana coba? Selain itu, coba dibandingkan dengan mata kuliah lain, ada juga kan yang ‘beda’ antara kuliah dan praktikumnya? Misalnya tbo, so, atau orkom. Tau sendirilah kuliahnya gimana, sedikit mengawang-awang kan?hehe, sementara praktikumnya lebih membumi. Keliatan gak kesamaannya dengan SBO? Kuliahnya apa praktikumnya apa. Mungkin alasannya sama, yaitu ‘basic’ dan ‘advance’ ini.
    Yang ketiga dan seterusnya saya gak tau, mungkin pak Panji lebih tahu :p
    Jadi sebelum berasumsi terlalu banyak,hehe, ada baiknya langsung dikomunikasikan dengan yang mempunyai hajat (dosen atau bahkan departemen sebagai pihak legislatif dan kami, asprak sebagai pihak eksekutif). Mungkin saat giliran kalian menjadi asprak nanti, tetek bengek gimana ‘koneksi’ antara kuliah dan praktikumnya bisa didiskusikan dengan lebih baik lagi dengan kedua pihak tersebut. Belajar dari kesalahan kami, kan keren tuh. Tapi salutlah dengan kalian-kalian yang kritis ini.
    Btw, maaf kalau kepanjangan =D

    [Reply]

    Wildan Rachman Reply:

    Soal kenapa “gak disampaikan ke dosen” dan kenapa baru diomongin sekarang emang 100% it’s simply my fault. Sebenernya gw udah ngerasa gak sreg sejak dapet kabar klo ini bakalan dituker-tuker. Tapi ntah karena gw malas juga buat protes terbuka + underestimate ke diri sendiri klo gw punya alasan yang cukup kuat untuk protes. Begitu juga dengan tulisan ini, baru sekarang kepikiran buat nulis. So, biar lah ini menjadi semacam thing left unsaid.

    Untuk sekarang, gw gak berharap sama sekali bakalan ada perubahan. Waktu nya emang udah gak mungkin lagi. Ini cumen sekedar uneg-uneg yang gw rasasakan dan mungkin bisa jadi pertimbangan untuk kedepan.

    Soal dosen punya perimbangan sendiri gw pun sangat percaya kalau ada alasan yang matang dari pemilihan metode ini. Tapi sebagaimana yang disebutkan : tetap ada masalah dan kekurangan pada pelaksanannya. Tulisan ini sekedar “cerita” tentang masalah yang rasakan dari model tukar-tukaran itu.

    Soal praktikum :

    Klo soal praktikum gw gak gitu ngerasain masalah. Yes, emang materi praktikum dari dulu kebanyakan gw lebih ringan atau lebih aplikatif ( kayak belajar query di basdat ). Diasumsikan bahwa mahasiswa “know nothing” tentang aplikasi dari kuliah. Gw sendiri gak ada komentar lebih lanjut soal ini.

    [Reply]

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »