Archive for November, 2008

Gw Pengen Tempat Makan Yang..

Ok, ini adalah kejadian yang sering bikin kesel gw kalau mau mesen makan :

  1. Udah ngidam dari kos-kosan pengen makan menu tertentu, ternyata pas dipesen “kosong”. Bt..
  2. Masuk ke restoran ( tempat makan lah pokoknya ), lihat daftar menu. Di situ tertulis saaaangat banyak daftar makanan. Pas dipesen, abiz abiz abiz abiz dan abiz, ujung-ujungnya cumin nasi goreng telor pisah yang ada. Ternyata oh ternyata, tu makanan emang cuman dipajang doang gambarnya. Tapi mau dipesen pas restoran baru buka juga pasti abiz atau gak ada. Bt ( lagi )

Ok, yang nomor satu emang kadang-kadang bukan salah si yang punya restoran. Kalau abiz ya abiz, mau gimana lagi coba ? Tapi yang no 2 ? Itu penipuan !! Kalau emang menu nya gak ada yang jangan dipajang !! Kecewa dong kita ??? he3..

Selain soal menu, hal lain yang suka bikin kesel adalah jam buka tutup yang gak stabil. Jam berapa sih sebenernya ni tempat tutup ? Kemarin jam 8 malam masih buka ? Kok sekarang jam 7 udah beres-beres ? Advice buat yang punya restoran : Siapin bahan mentah sedemikian sehingga jam buka tutup bisa stabil.

Masalah lain yang juga bikin kesel adalah soal antrian layanan. Gw udah datang dari tadi kok gak dibikin-bikin makanannya ? Si cumi baru nongol langsung dapet minuman. Kesel ! Tapi apa daya perut lapar , hiksz.. Rasanya jadi mirip angkot : “dua lagi dua lagi, masuk 3 orang, dua lagi dua lagi”, hahaha.

 

Enter Post Title Here

Hahaha… gak penting !

The Cat Ate My Source Code

Kita semua pasti pernah diberi amanah oleh orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan. Ntah besar ataupun kecil, amanah itu harus kita jalankan sebaik-baiknya. Jika anda tidak setuju, jangan menerima tugas dari orang lain karena anda bisa mengacaukan banyak hal.

Tidak peduli sekeras apapun kita berusaha menjalankan amanah, ada kalanya situasi buruk terjadi. Tidak semua aspek bisa kita contol. Seringkali bukan kemalasan pribadi namun keadaanlah yang memaksa kita untuk terpuruk dalam kondisi “gagal menjalankan amanah”.

Ketika anda gagal, maka jangan memberikan alasan, bertanggung jawablah.

Saat anda sudah bilang “ya, saya sanggup” atau “Insya Allah“, maka secara tidak langsung anda sudah memberikan harapan pada Mr Big Bos yang memberian tugas . Anda bisa saja menolak suatu tugas karena menurut anda tidak mungkin dilakukan. Namun jika anda sudah menerimanya, berarti anda harus menjalankannya.

Ketika anda gagal, alasan apapun yang anda berikan tidak akan menyelesaikan masalah,. Akuilah dengan jujur bahwa anda telah gagal dan berikan alternative solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi.

If there was a risk that the vendor wouldn’t come through for you, then you should have had a contingency plan. If the disk crashes—taking all of your source code with it—and you don’t have a backup, it’s your fault. Telling your boss “the cat ate my source code” just won’t cut it.

Jangan salahkan teman, jangan salahkan PLN, jangan salahkan komputer, itu salah anda dan andalah yang harus bertanggung jawab. Sekarang semua tergantung anda. Anda bisa memberikan atau mengada-ngada alasan, namun, anda bisa juga memberikan alternative solusi yang mungkin diambil.

Daripada anda berkata bahwa “hal itu tidak bisa dilakukan” lebih baik anda mencari dan menjelaskan “apa yang bisa dilakukan” . Sebelum anda berpikir untuk memberikan alasan pada Mr Big Bos, pikirkan opsi-opsi lain yang bisa anda berikan dan lakukan untuk menyelesaikan masalah. Jika menurut anda memang tidak ada cara selain beralasan, maka cobalah berpikir dari sisi Mr Big Bos yang akan menerima alasan anda.

Note : intepretasi ulang dari buku super keren : Pragmatic Programmer oleh Andrew Hunt dan David Thomas