Puitis Satu Hari
Waktu awal-awal punya HP. Gw pernah bingung sendiri. SMS Lebaran yang gw terima semuanya keren-keren dan bernilai “sastra” level tinggi. Gw bingung aja – kawan gw yang biasanya capruk, urakan dan sering menggunakan berbahasa yang gak karuan – ngadak-ngadak kayak kesurupan Rendra dan mengirimi gw sms permohonan maaf yang bisa menitikan ingus dan merontokan panu.
Gw sempat berfikir, mungkin teman gw bertemu Lailatur Qodar dan mendapat pencerahan jiwa di bulan suci yang telah lewat itu. Apa daya, analisis gw seketika terbantahkan karena pas ketemuan tu orang masih gitu-gitu ajah. Gak ada jejak-jejak Chairil Anwar yang meluncur dari mulutnya. Tapi syukurlah, keromantisan memang gak cocok ama kawan gw yang lebih sangar dari babon itu.
Sekian tahun telah berlalu. Sekarang gw tahu mengapa fenomena langka itu bisa terjadi :
Copy-Paste-Edit.
Selain beresiko mendapat nilai E, kebiasaan copy paste edit juga ternyata mengempeskan kreatifitas. Huh, sms lebaran aja kopi paste, gw kan jadi ikutan, he3..






