Archive for July, 2007

PIMNAS XX UNILA Lampung ( 2 ) : Acara Keseluruhan

Kalau kemarin gw nulis tentang Lampung dan Unila, sekarang gw pengen cerita dikit mengenai acara secara umum. Kegiatan yang gw ikutin sendiri bakal gw tulis ntar setelah ini. Sejujurnya gw udah gak gitu hafal susunan acara secara detail. Maka dari itu sory banget kalau ada yang salah.

Rangkaian acara PIMNAS dimulai dengan welcome party. Yeah, party.. i love party. Sayang, party kali ini agak berbeda dengan yang ada di bayangan gw sebelumnya. Emang, dari awal gw udah ngeduga, yang namanya acara “welcome” pasti dihiasi dengan sambutan-sambutan yang membosankan. Yang bener-bener gak gw duga adalah,hampir keseluruhan acara yang katanya “party” ini ternyata membosankan. Panitia seakan lupa kalau mayoritas penonton adalah mahasiswa. Bukannya diisi hiburan yang bisa buat kita-kita betah, acara welcome party kali ini diisi dengan karaoke bernuansa 70-an dan sekitarnya.

Yeah, malang tak dapat ditolak untung sepupunya donal. Selain acaranya yang kurang ok, ruangannya juga gak cukup gede. Di atas ( balkon ) kita bisa lihat bayak mahasiswa berserakan gak dapet tempat duduk. Suasananya jadi mirip kapal penumpang waktu lebaran. Ada yang makan di lorong ( termasuk gw ), ada yang berdiri-berdiri gak jelas, mungkin ada yang diam-diam tidur di kolong meja makan.

Ok, kita lupakan welcome party dan beralih ke acara pembukaan. Acara pembukaan diadakan di luar – tepatnya di samping GSG ( Gedung Serba Guna ). GSG sendiri – yang besarnya kira2 sama ama GWW – merupakan tempat dimana pameran ilmiah berlangsung.

Guest what ? Yup, acaranya gak jauh beda dari welcome party. Hanya saja kali ini gak ada makanan dan ( untungnya ) gak ada karokean. Acara pertama jelas sambutan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tari-tarian selamat datang khas lampung yang lumayan cute. Setelah acara tari-tarian ? Gw gak tahu lagi.. Cuaca yang gak bersahabat ( terik-ujan-terik ) membuat gw memilih ngadem di ruang serba guna – di sekitar stand IPB tepatnya.

Secara umum, rangkaian acaranya kayak gini.

  1. Setiap hari sampai h-1, dimana h == tanggal acara penutupan, diadakan pameran.
  2. Hari rabu dan kamis ada technical meeting untuk beberapa kompetisi
  3. Hari kamis dan jum’at ada kompetisi
  4. Hari sabtu siang diisi dengan jalan2 dan beli oleh2. Hari sabtu malam ada acara penutupan.
  5. Kalau kita lagi di UNILA dan lagi gak ada kegiatan, maka kita nongkrong di stand IPB ( di GSG ).
  6. Kalau gak di UNILA berarti kita lagi di hotel ( 30 menit dari UNILA )

Yang bikin gw kesal adalah, jadwal acara seringkali berubah-ubah. Acara yang gw ikutan aja jadwalnya direvisi sampai empat kali. Malah acara besar seperti pentupanpun jadwalnya direvisi ( dari senin dimundur ke sabtu ). Masih kurang ? Jadwal PIMNAS sendiri merupakan hasil pengunduran dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya ( info dari pedagang kaki lima ).

Btw, bagaimana dengan acara penutupan ? Gw gak ikut.. he3.

IPB ?

Yeah, IPB merupakan salah satu kampus yang paling baek ama mahasiswanya. Bisa dibilang fasilitas yang disediakan IPB lumayan sip. Kita nginap di hotel ( gak semuanya sih ), sementara universitas lain kebanyakan nginap di asrama kampus. Suply makanan juga gak pernah putus. Yang bikin gw rada salut, kita dapat uang saku meskipun gak seberapa. Sepanjang pengalaman gw ikut acara ginian, uang saku palingan dikasih ama negara doang, he3. Oh ya, kita juga di traktir makan di pizza hut, kenyang..

kesimpulan ? Sory banget, tapi panitia dari UNILA kelihatannya belum cukup siap untuk mengorganisir acara sebesar ini. Walapun begitu, gw tetep salut ama panitia yang udah bekerja keras untuk kesuksesan acara secara keseluruhan. Yeah, gak ada masalah lain yang cukup berarti selain yang gw sebutin diatas.

8th Annual System Administrator Appreciation Day

If you can read this, thank your sysadmin

A sysadmin unpacked the server for this website from its box, installed an operating system, patched it for security, made sure the power and air conditioning was working in the server room, monitored it for stability, set up the software, and kept backups in case anything went wrong. All to serve this webpage.

A sysadmin installed the routers, laid the cables, configured the networks, set up the firewalls, and watched and guided the traffic for each hop of the network that runs over copper, fiber optic glass, and even the air itself to bring the Internet to your computer. All to make sure the webpage found its way from the server to your computer.

A sysadmin makes sure your network connection is safe, secure, open, and working. A sysadmin makes sure your computer is working in a healthy way on a healthy network. A sysadmin takes backups to guard against disaster both human and otherwise, holds the gates against security threats and crackers, and keeps the printers going no matter how many copies of the tax code someone from Accounting prints out.

A sysadmin worries about spam, viruses, spyware, but also power outages, fires and floods.

When the email server goes down at 2 AM on a Sunday, your sysadmin is paged, wakes up, and goes to work.

A sysadmin is a professional, who plans, worries, hacks, fixes, pushes, advocates, protects and creates good computer networks, to get you your data, to help you do work — to bring the potential of computing ever closer to reality.

So if you can read this, thank your sysadmin — and know he or she is only one of dozens or possibly hundreds whose work brings you the email from your aunt on the West Coast, the instant message from your son at college, the free phone call from the friend in Australia, and this webpage.

Show your appreciation

Friday, July 27th, 2007, is the 8th annual System Administrator Appreciation Day. On this special international day, give your System Administrator something that shows that you truly appreciate their hard work and dedication.

Let’s face it, System Administrators get no respect 364 days a year. This is the day that all fellow System Administrators across the globe, will be showered with expensive sports cars and large piles of cash in appreciation of their diligent work. But seriously, we are asking for a nice token gift and some public acknowledgement. It’s the least you could do.

Consider all the daunting tasks and long hours (weekends too.) Let’s be honest, sometimes we don’t know our System Administrators as well as they know us. Remember this is one day to recognize your System Administrator for their workplace contributions and to promote professional excellence. Thank them for all the things they do for you and your business.

Share and Enjoy

original source : http://www.sysadminday.com/

PIMNAS XX UNILA Lampung (1)

Sebenernya tulisan ini udah ngendap beberapa hari di komputer gw. Tapi entah kenapa gw selalu lupa buat ngeuploadnya. Jadinya tulisan ini rada-rada basi. Karena bakalan terlalu panjang kalau semua gw masukin dalam satu post maka gw pisah-pisah jadi beberapa bagian.

Bandar Lampung

Beberapa hari sebelum keberangkatan gw sempat cerita-cerita ama kawan gw kalau gw mau ikutan pimnas di Lampung. Tanggepan dia waktu itu, “Lampung panas man.. Kayak di dalem oven !“. Ah, waktu hati gw langsung kecut, “sepanas itukah ?”, pikir gw . Ya, gw emang gak tahan panas. Daripada kepanasan terus ngadem, mending kedinginan terus menghangatkan diri.

Ternyata oh ternyata, Lampung gak sepanas kata orang. Udaranya emang lebih hangat dari Bogor tapi masih kalah ama Pekanbaru ( apalagi Pontianak ya ? *katanya* ). Suhu kamar yang selalu diset 19 derajat ama si Daniel ( temen sekamar gw ) malah bikin gw ngegigil kedinginan kalau lagi shalat shubuh. Untung ada air anget di kamar mandi, kalau enggak, ya tau sendiri lah..

Tempat gw nginep ( hotel Andalas ) lumayan rada deket pusat kota. Suara live music sering terdengar ampe kamar. Mau pergi kemana-mana juga relatif deket. Sayang, warnet disana agak-agak mahal ( 6000 / jam ) makanya gw gak nulis laporan langsung. Masalah transportasi sebenernya si biasa-biasa aja kecuali soal angkot. Angkot disana punya subwofer gede-gede di kursi belakang yang ngabisin tempat duduk buat dua orang ( mau nyari penumpang apa bikin diskotik ? ) Mirip ama Sukabumi lah, cuman di Lampung kondisi angkotnya gak bisa dibandingin ama angkot Sukabumi yang notabene elit-elit maksa.

Gimana dengan makanan ? Yeah, gw cuman tahu keripik pisang dan kopi. Keripiknya emang enak, beda ama keripik pisang bandung yang biasa-biasa ajah. Gw juga sempat nyoba bakso yang kayaknya lumayan legendaris di lampung, bakso Sony namanya. Baksonya enak ! kenyal-kenyal lembut gitu deh.. Cuman anehnya, beda “bakso+mie doang” ama “bakso campur” cuman terletak pada ada atau enggaknya bihun. Gw gak tahu apa emang gitu dari sononya atau mereka lagi kehabisan bahan.

Universitas Lampung ( UNILA )

Gak banyak yang bisa gw komentarin soal UNILA. Luas kampus kayaknya masih kalah ama IPB yang kelebihan lahan. Beda ama IPB yang cuman punya pangkalan ozex. Di gerbang belakang UNILA ada terminal angkot ( meskipun angkotnya cuman satu jenis ). Tapi tetep aja, kalau mau kesana dari pusat kampus masih harus jalan lumayan jauh..

Gedung-gedung fakultas di UNILA bentuknya normal-normal aja. Kalau di IPB kan bentuknya aneh-aneh sehingga baca peta aja bisa menjadi pekerjaan yang menantang. Di UNILA juga ada gedung mirip Grawida di IPB, namanya gedung serbaguna ( GSG ). Luasnya ya.. 11-12 lah ama Grawida. Pameran poster dsb dilaksanakan disitu. Anak-anak yang pada habis lomba juga pada mangkal disitu ( di stand IPB ) buat sekedar nonggkrong, nyari jatah makan, atau malah ngenet. Yup, khusus saat pimnas, hotspot di UNILA dibiarkan berkeliaran dengan bebas.

Pengganti cyber di UNILA namanya puskom ( Pusat Komputer [ so simple eh ? ] ). Kondinsinya rada gelap dan kurang cahaya. Gedungnya mirip ama ( mantan ) bioskop di daerah Kosambi bandung. Gw gak gitu tahu ada berapa komputer disana. Beberapa komputer memiliki kelakuan yang sukar diprediksi. Ada komputer yang kalau shotrcut Internet Explolernya di click malah memperbanyak diri. Ada juga yang mengganti keluaran keyboard menjadi kotak-kotak gak jelas.

Oh ya, di tengah areal kampus ada danau dan disekitarnya ada rusa ( apa kijang ya ? ) berkeliaran dengan bebas. Pengunjung boleh lihat-lihat tapi gak boleh ngasih makan ( mirip ragunan lah.. ) Coba kalau rusanya diganti ama beruang kutub, mungkin lebih seru. Kapan IPB ngikut ? Melihara kuda laut gitu ditengah kampus, kan seru?

Secara umum, kampus UNILA lumayan tertata meskipun gedungnya gak gede-gede amat ( yeah, emang kesimpulan yang buruk ). Jarak antar fakultas gak gitu jauh kayak di IPB. Komentar dari gw, sebaiknya unila menyediakan pangkalan ozex lebih banyak atau bus kampus biar gampang kemana-mana ( emangnya sapa lu? ).

Situs Yang Paling Populer di Indonesia.

Kalau gw lagi ke warnet, gw kadang-kadang celingak-celinguk ngeliatin komputer sebelah. “Mereka buka situs apa ya.. ? “, Pikir gw. Kan siapa tau gw dapet rezeki padangan pertama, he3.. Siapapun yang suka ke warnet dan ngintip kiri-kanan ( mau sengaja atau gak sengaja ) pasti hapal bener dua situs yang sering dibuka orang-orang di sana. Ya, jawabannya adalah friendster dan Yahoo!. Berdasarkan data dari alexa, kedua situs itu merupakan situs yang paling banyak diakses orang Indonesia ( Yahoo nomber satunya ).

Selain friendster dan yahoo, tiga situs berikutnya yang masuk daftar lima besardi Indonesia adalah google.co.id, google.com, dan MSN . Wajar menurut gw, search enggine ( google dan MSN ) adalah pintu pertama yang paling populer untuk menjelajah internet dan mencari informasi di sana. Yang menjadi pertanyaanya adalah, apakah semua negara sama seperti Indonesia dalam hal kepopuleran situs ?

Read the rest of this entry »

Gw dan Buku Catatan

Bagi mereka yang pernah merasakan bangku sekolah – baik itu SD, SMP, dst – pasti pernah memiliki buku catatan. Ada yang memakai buku catatan sesuai fungsinya ( mencatat ), ada yang hanya dipakai untuk gambar-gambar gak jelas, dan ada juga yang menyobek halaman demi halaman buku itu untuk dibuat kapal-kapalan.

Gw termasuk tipikal pengguna no 2 dan 3. Namun kalau lagi mod, gw juga gak segang-segan menggunakan buku catatan sesuai fungsinya. Gw dan buku catatan punya sejarah yang cukup lama. Memang, pelajaran yang berharga kadang hanya bisa didapat melalui pengalaman yang panjang ( plus kegagalan yang mengagumkan ) termasuk mengenai buku catatan.

  1. Kelas 1 SD. Gw cuman punya satu buku catatan untuk semua pelajaran. Bahasa kerennya one for all. Gw merasa senang dengan keadaan itu dan belum berfikir untuk menabah jumlah pasukan buku catatan gw. Sayang, suatu hari guru gw ( yang juga one for all ) meminta agar buku catatan semua murid dikumpulkan. Yeah, gw bingung, gw nulis pake apa ?
  2. Kelas 3 SD. Gw punya tiga buku catatan. Satu untuk nyatat, satu untuk latihan, dan satu untuk cadangan kalau-kalau salah satu buku dikumpulin. Ternyata buku-buku itu habis lebih cepat dari yang gw duga. Bukan, bukan untuk dipakai menulis. Di sebelah kelas gw ada got lumayan besar dengan air yang cukup deras. Jadilah gw membuat kapal-kapalan menggunakan kertas dari buku-buku tersebut.
  3. Kelas 5 dan 6 SD. Buku-buku catatan gw mulai teroganisir. Gw menyadari kalau matematika menghabiskan kertas jauh lebih banyak dari jumlah kertas yang dihabiskan semua pelajaran dijumlahkan. Gw pun mempunyai buku khusus untuk matematika, merek sinar dunia dengan tebal 100 halaman. Pelajaran yang sering meminta agar bukunya dikumpulkan gw sediakan dua buku. Satu untuk latihan, satu untuk mencatat biasa.
  4. SMP – SMU . Hidup gw terasa damai dengan sistem buku catatan seperti ini. Catatan untuk SMU, ada beberapa pelajaran yang membutuhkan tiga buku sekaligus : masing-masing untuk catatan, latihan, dan tugas. Gw pun mulai mengenal binder sejak SMP. Beberapa ringkasan pelajaran gw pindahin ke dalam binder.
  5. Kuliah. Mengikuti trend anak muda yang baru kuliah, gw beralih dari buku catatan ke binder sepenuhnya. Gw merasa dewasa dan macho waktu itu. Gw rajin mencatat. Binder gw penuh dengan separator yang memisahkan catatan masing-masing mata kuliah. Bisa dibilang, binder gw ( pada mulanya ) impian setiap mahasiswa yang rajin mencatat ( diperbuas dikit ).
  6. Pertengahan smester satu. Setelah 12 tahun + 6 bulan gw sekolah, akhirnya gw menyadari satu hal penting. Hal maha penting yang harusnya gw sadari dari dulu. Ya, gw hampir gak pernah menggunakan buku catatan untuk belajar. Singkatnya, apa yang gw tulis dikelas gak pernah gw gunakan lagi. Singkatnya lagi, apa yang  gw tulis gak ada gunanya.
  7. Sejak gw dapat pencerahan ampe sekarang. Gw gak pernah lagi punya buku catatan khusus untuk pelajaran. Kalau gw kuliah, gw cuman bawa kertas HVS + Kertas burem untuk ngotret pas latihan + Kertas tissue buat ngelap iler kalau gw ketiduran.

Pesan Moral : Jika manfaat yang didapat tidak sebanding dengan pengorbanan yang harus dikeluarkan, tinggalkanlah.