PIMNAS XX UNILA Lampung ( 2 ) : Acara Keseluruhan
Kalau kemarin gw nulis tentang Lampung dan Unila, sekarang gw pengen cerita dikit mengenai acara secara umum. Kegiatan yang gw ikutin sendiri bakal gw tulis ntar setelah ini. Sejujurnya gw udah gak gitu hafal susunan acara secara detail. Maka dari itu sory banget kalau ada yang salah.
Rangkaian acara PIMNAS dimulai dengan welcome party. Yeah, party.. i love party. Sayang, party kali ini agak berbeda dengan yang ada di bayangan gw sebelumnya. Emang, dari awal gw udah ngeduga, yang namanya acara “welcome” pasti dihiasi dengan sambutan-sambutan yang membosankan. Yang bener-bener gak gw duga adalah,hampir keseluruhan acara yang katanya “party” ini ternyata membosankan. Panitia seakan lupa kalau mayoritas penonton adalah mahasiswa. Bukannya diisi hiburan yang bisa buat kita-kita betah, acara welcome party kali ini diisi dengan karaoke bernuansa 70-an dan sekitarnya.
Yeah, malang tak dapat ditolak untung sepupunya donal. Selain acaranya yang kurang ok, ruangannya juga gak cukup gede. Di atas ( balkon ) kita bisa lihat bayak mahasiswa berserakan gak dapet tempat duduk. Suasananya jadi mirip kapal penumpang waktu lebaran. Ada yang makan di lorong ( termasuk gw ), ada yang berdiri-berdiri gak jelas, mungkin ada yang diam-diam tidur di kolong meja makan.
Ok, kita lupakan welcome party dan beralih ke acara pembukaan. Acara pembukaan diadakan di luar – tepatnya di samping GSG ( Gedung Serba Guna ). GSG sendiri – yang besarnya kira2 sama ama GWW – merupakan tempat dimana pameran ilmiah berlangsung.
Guest what ? Yup, acaranya gak jauh beda dari welcome party. Hanya saja kali ini gak ada makanan dan ( untungnya ) gak ada karokean. Acara pertama jelas sambutan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tari-tarian selamat datang khas lampung yang lumayan cute. Setelah acara tari-tarian ? Gw gak tahu lagi.. Cuaca yang gak bersahabat ( terik-ujan-terik ) membuat gw memilih ngadem di ruang serba guna – di sekitar stand IPB tepatnya.
Secara umum, rangkaian acaranya kayak gini.
- Setiap hari sampai h-1, dimana h == tanggal acara penutupan, diadakan pameran.
- Hari rabu dan kamis ada technical meeting untuk beberapa kompetisi
- Hari kamis dan jum’at ada kompetisi
- Hari sabtu siang diisi dengan jalan2 dan beli oleh2. Hari sabtu malam ada acara penutupan.
- Kalau kita lagi di UNILA dan lagi gak ada kegiatan, maka kita nongkrong di stand IPB ( di GSG ).
- Kalau gak di UNILA berarti kita lagi di hotel ( 30 menit dari UNILA )
Yang bikin gw kesal adalah, jadwal acara seringkali berubah-ubah. Acara yang gw ikutan aja jadwalnya direvisi sampai empat kali. Malah acara besar seperti pentupanpun jadwalnya direvisi ( dari senin dimundur ke sabtu ). Masih kurang ? Jadwal PIMNAS sendiri merupakan hasil pengunduran dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya ( info dari pedagang kaki lima ).
Btw, bagaimana dengan acara penutupan ? Gw gak ikut.. he3.
IPB ?
Yeah, IPB merupakan salah satu kampus yang paling baek ama mahasiswanya. Bisa dibilang fasilitas yang disediakan IPB lumayan sip. Kita nginap di hotel ( gak semuanya sih ), sementara universitas lain kebanyakan nginap di asrama kampus. Suply makanan juga gak pernah putus. Yang bikin gw rada salut, kita dapat uang saku meskipun gak seberapa. Sepanjang pengalaman gw ikut acara ginian, uang saku palingan dikasih ama negara doang, he3. Oh ya, kita juga di traktir makan di pizza hut, kenyang..
kesimpulan ? Sory banget, tapi panitia dari UNILA kelihatannya belum cukup siap untuk mengorganisir acara sebesar ini. Walapun begitu, gw tetep salut ama panitia yang udah bekerja keras untuk kesuksesan acara secara keseluruhan. Yeah, gak ada masalah lain yang cukup berarti selain yang gw sebutin diatas.






