Mengapa Blacklist Gagal Melawan Spam
Kalau anda tidak mengerti apa itu blacklist, agama Islam memberikan contoh yang sempurna mengenai penerapan blacklist: semua makanan halal kecuali yang ada di dalam blacklist (babi, anjing, darah, dll).
Sebelum spam-filter berbasis content populer, blacklist ada solusi yang paling banyak digunakan untuk mencegah spam. Yang di-blacklist bisa macam-macam: bisa kata-kata terlarang, pengirim, atau bahkan satu jaringan sekaligus. Dimana masalahnya?
Kita lihat kasus pertama yaitu daftar “kata terlarang”. Prinsipnya sederhana, jikalau suatu email terdeteksi mengandung kata-kata haram yang biasa ada di dalam spam seperti “viagra”, “drugs”, “porn”, dan lainnya, maka pesan tersebut akan ditangkap. Daftar kata ini didapat dari hasil pengamatan terhadap email-email spam yang masuk.
Pada awalnya teknik ini berjalan dengan cukup baik. Tapi sayang, lama-kelamaan ditemukan bahwa metode sederhana tersebut memiliki beberapa kelemahan fatal:
- Daftar kata yang masuk kedalam daftar hitam semakin lama semakin banyak dan harus ada orang yang mengelolanya.
- Karena daftar katanya semakin banyak, proses penyelidikan pesan yang masuk semakin lama akan semakin lambat dan menguras sumberdaya.
- Sangat mudah diakali. Kalau kata “viagra” termasuk dalam blacklist, spammer tinggal mengubah pengejaannya menjadi vi-agra atau v1agra. Manusia pasti masih bisa memahami maksudnya tapi mesin bakalan sukses dibegoin. Variasi-variasi ini bisa sangat banyak dan tak terbatas. Ujung-ujungnya kembali ke permasalahan pertama.
- Banyak pesan tak bersalah ikut tertangkap. Pesan dari orang-tua yang isinya peringatan agar anaknya tidak nge-drugs akan nyangkut di kotak spam karena “drugs” termasuk dalam kata terlarang.
Selain kata terlarang, blacklist lain yang sangat populer di jaman dulu adalah daftar server kriminil. Intinya, server yang terbukti digunakan untuk mengirimkan pesan spam akan dimasukan kedalam suatu blacklist terpusat. Nantinya, para penyedia layanan internet akan mengunduh daftar hitam tersebut untuk menentukan email dari server mana saja yang harus di blok. Mirip dengan cara kerja antivirus jaman sekarang.
Metode ini sangat populer sehingga banyak penyedia layanan internet ikut berlangganan dan menggunakan daftar blacklist yang diterbitkan oleh berbagai pengelola yang ada. Lagi, solusi ini juga bermasalah:
- Sama seperti daftar kata terlarang, daftar server yang diblok semakin lama semakin bertambah banyak.
- Delay. Suatu server baru dimasukan kedalam daftar hitam setelah ia berhasil dan teridentifikasi mengirimkan spam. So, blacklist tidak bisa mencegah spam yang datang dari server-server baru. Permasalahan yang juga dialami oleh antivirus.
- Banyak korban tidak bersalah. Seringkali suatu server digunakan untuk mengirimkan spam tanpa sepengetahuan pemiliknya, ntah karena kena bobol, konfiugrasi yang jelek, atau alasan lainnya.
- Sekali masuk daftar, seringkali sulit untuk keluar. Hal ini sangat merugikan korban-korban yang masuk daftar hitam tanpa sengaja.
- Karena dikelola oleh suatu badan atau personal, daftar ini berpotensi disalahgunakan sebagai alat politik untuk menekan pihak tertentu. “Ikuti keinginan saya, atau anda akan terus saya masukan kedalam blacklist“. Sekali anda masuk kedalam blacklist, maka semua ISP yang berlangganan daftar dari saya akan menolak email yang datang dari jaringan anda. Sayang hal ini benar-benar terjadi.
Kesimpulan: Untuk kasus spam filtering, blacklist gagal. Bagimana dengan kasus lainnya?







